Perbedaan Garmen dan Konveksi yang Jarang Diketahui

Kadang, seseorang menyamakan semua jenis pembuat baju adalah konveksi. Padahal tidak seperti itu. ada perbedaan garmen dan konveksi dalam hal skala produksi yang dihasilkan. Maka dari itu, akan kami bahas pada artikel kali ini.

Sekilas, perbedaan dari dua jenis usaha ini adalah pada kuantitas produksinya. Jika konveksi baju berada pada skala 12 hingga 10.000 pcs, sedangkan untuk garmen di atas 10.000. Namun pada hal-hal lain tentunya ada perbedaan Garmen dan Konveksi yang lebih spesifik.

Perbedaan Garmen dan Konveksi

Perbedaan Garmen dan Konveksi
Gambar oleh moritz320 dari Pixabay

Dalam Hal Kuantitas

Seperti yang sudah kami sebutkan sebelumnya, Garmen memiliki produktivitas yang lebih tinggi. Karena memang memiliki alat yang sangat kompleks dan lengkap. Sehingga bisa menyokong produk yang besar-besaran.

Selain itu, garment juga memiliki banyak karyawan yang memang digaji sesuai dengan UMR. Jadi, memang skala produksinya sangat besar, lebih besar daripada konveksi biasa maupun penjahit rumahan.

Konveksi, memilih skala produksi di atas penjahit rumahan dan di bawah garmen. Yaitu, sekitar 12 hingga 10.000 pcs. Semakin besar kuantitas produksinya, semakin besar pula tempat produksi yang dimiliki oleh sebuah konveksi.

Namun dalam hal alat, konveksi masih terbatas dalam hal kuantitas alat. Sehingga produksinya tidak bisa sebanyak dan secepat garmen. Namun, ada juga kok konveksi baju yang memiliki produktivitas yang tinggi.

Dalam hal karyawan, konveksi juga memiliki sistem pribadi. Mulai dari pengelolaan uang, gaji karyawan, hingga kontrak kerja disesuaikan dengan konveksi itu sendiri. Jadi, nggak ada administrasi yang detail dan rumit seperti garmen.

baca juga: 4 Rekomendasi Oleh-oleh Khas Ambon yang Menarik

Dalam Hal Pegawai atau Pekerja

Perbedaan yang selanjutnya adalah perbedaan pegawai. Konveksi baju lebih terbatas, karena memang memiliki tempat yang lebih kecil dan produksi yang lebih sedikit. Sedangkan garmen memiliki pekerja yang sangat banyak.

Garmen bisa disebut dengan pabrik baju atau tekstil. Sehingga nggak heran jika bisa mencetak banyak baju dalam waktu yang relatif singkat. Karena memang mendapat sokongan pegawai yang banyak dan tentunya profesional.

Dalam hal gaji, pegawai konveksi lebih pribadi. Sehingga tidak terlalu terikat dalam aturan UMR sebuah daerah. Berbeda dengan garmen yang memang sudah berskala pabrik besar yang membutuhkan banyak pegawai dalam proses produksinya.

Dalam Hal Sistem Kerja

Sistem kerja di konveksi baju bisa dibilang menggunakan sistem yang sederhana dan pribadi. Sehingga karyawannya terasa lebih santai dan intinya memproduksi pakaian yang dipesan. Sedangkan garmen tidaklah seperti itu.

Garmen adalah sebuah pabrik, sehingga ada aturan untuk karyawan. Mulai harus berangkat jam berapa, harus memakai baju apa, kalau melakukan kesalahan dipotong berapa, dan lain-lain. Semua itu sudah tertulis dalam kontrak kerja.

Sehingga, proses controling dalam garmen jauh lebih terstruktur dan sistematis. Dimana, mereka benar-benar menjalankan manajemen kontrol dengan baik dan tersistem dengan teratur.

Dalam Hal Keberadaan Usaha

Tentu, konveksi akan jauh lebih kamu temui. Karena banyak orang yang bisa mendirikan konveksi. Memang sih, modal mendirikan konveksi bisa dibilang tidak sedikit, namun jauh lebih sedikit bila dibanding dengan garmen.

Maka dari itu, kebedaan konveksi jauh lebih banyak ketimbang garmen. Selain itu, proses izin dan aturannya jauh lebih ketat garmen. Karena memang skalanya sudah besar dan memiliki banyak karyawan.

Jarang banget ditemukan garment di banyak daerah. Karena memang tidak banyak orang yang benar-benar bisa mendirikan pabrik sekelas garmen yang membutuhkan modal yang besar dengan waktu yang lama.

Dalam Hal Hasil Produksi

Pakaian yang dijual di pasar-pasar lebih banyak diproduksi oleh garmen. Karena memang mereka memproduksi banyak dalam sekali waktu dan diedarkan ke seluruh negara. Sehingga, garmen rata-rata memang tidak menerima pesanan yang sedikit.

Berbeda dengan konveksi, usaha ini lebih eksklusif. Memang sih proses pemesanan dan pengerjaan jauh lebih lama ketimbang garmen. Namun dalam hal harga dan keterjangkauan pasar, konveksi jauh lebih bisa diandalkan.

Setiap usaha pasti memiliki plus minusnya. Sehingga, seorang pengusaha harus bisa menyadari hal itu agar usahanya tetap bisa berjalan dan berkembang hingga berjaya.

Demikian sedikit informasi mengenai perbedaan garmen dan konveksi baju yang perlu kamu tahu. Memang sih, tidak banyak perbedaannya. Namun dalam mendirikan dua jenis produsen pakaian ini, tentu memiliki sistematika yang sangat berbeda.

Tinggalkan Balasan